Pengaruh latihan interval training terhadap prestasi atlet pencak silat tingkat pra-remaja
DOI:
https://doi.org/10.62385/ijles.v4i1.265Keywords:
Interval training metode tabata, Prestasi atlet, Pencak silatAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan Interval Training metode Tabata terhadap prestasi atlet pencak silat tingkat pra-remaja di Club Tapak Suci Cilacap Selatan. Dalam studi ini,Metode penelitian yang dipakai yaitu kuantitatif eksperimen dengan penerapan purposive sampling. Pengukuran melalui Tes pretest-posstest. Data deskriptif menujukan bahwa rata-rata nilai pukulan meningkat dari 6,71 menjadi 12,29 sedangkan rata-rata tendangan meningkat dari 7,00 menjadi 14,43. Pelaksanaan latihan menghasilkan prestasi yakni, dua atlet (28,57%) sukses meraih juara 1, satu atlet (14,29%) meraih juara 3 serta empat atlet (57,14%) dalam kejuaran pencak silat Kabupaten Cilacap lainya tidak mengikuti pertandingan karena tidak terdapat kelas pertandingan yang sesuai. Analisi menggunakan uji Paired Sample t-tes memperlihatkan nilai Signifikansi 0,000 < 0,05 artinya Latihan Interval Training Metode tabata berdampak pada peningkatan kemampuan dan capaian prestasi atlet pencak silat tingkat pra-remaja.
Downloads
References
Ardiansyah, Risnita, & Jailani, M. S. (2023). Teknik pengumpulan data dan instrumen penelitian ilmiah pendidikan pada pendekatan kualitatif dan kuantitatif. IHSAN: Jurnal Pendidikan Islam, 1(2), 1–9.
Bompa, T. O., & Buzzichelli, C. (2018). Periodization: Theory and methodology of training (6th ed.). Human Kinetics.
Candra Susanto, P., Ulfah Arini, D., Yuntin, L., Panatap Soehaditama, J., & Nuraeni, N. (2024). Konsep penelitian kuantitatif: Populasi, sampel, dan analisis data (Sebuah tinjauan pustaka). Jurnal Ilmu Multidisiplin, 3(1), 1–12.
Candra, J. (2021). Pencak silat. Deepublish Publisher.
Christy, B. E., Raharjo, S., Andiana, O., & Yunus, M. (2022). Pengaruh latihan circuit dan interval training terhadap peningkatan daya tahan VO2Max pada anggota ekstrakurikuler bola basket SMK Negeri 3 Malang. Sport Science and Health Journal, 4(10), 909–916.
Hardani, H., et al. (2020). Metode penelitian kualitatif dan kuantitatif. CV Pustaka Ilmu Group.
Jannah, N. M., & Herianto. (2021). Konsep uji validitas dan reliabilitas dengan menggunakan SPSS. Jurnal Darul Dakwah Wal-Irsyad (DDI), 1, 1–12.
Kennedy, J. T., Lox, J. J., & Faulkner, S. (2019). A systematic review of the effects of exercise and sport on the human musculoskeletal system. International Journal of Sport and Exercise Psychology, 17(3), 134–355.
Ketelhut, S., & Ketelhut, R. G. (2020). Type of exercise training and training methods. In Physical Exercise for Human Health (pp. 25–43).
Kurniawan, I. (2022). Pengaruh metode latihan terhadap peningkatan kemampuan teknik dasar pencak silat. Jurnal Ilmu Keolahragaan, 14(1), 33–34.
Mulyono. (2022). Latihan Tabata dengan metode high intensity interval training terhadap hasil daya tahan kardiovaskular pemain sepak bola. Jurnal Keolahragaan, 7(2), 30–38.
Powers, S. K., & Howley, E. T. (2018). Exercise physiology: Theory and application to fitness and performance. McGraw-Hill Education.
Puriana, R. H., Kusuma, A. I., Putranto, N. Y., Aran, K. A., Azmi, K., & Dinata, K. (2024). Pengaruh interval training dan shuttle run terhadap daya tahan cardiovascular. Jurnal Porkes, 7(2), 1209–1219. https://doi.org/10.29408/porkes.v7i2.281228.
Putrie, S. F., & Sumartiningsih, S. (2025). The effect of sabit kick training program with high intensity interval training (HIIT) on speed and agility. Journal of Physical Education and Sport, 14(4), 57–67.
Ristawati. (2023). Analisis kondisi fisik atlet pencak silat usia remaja. Jurnal Pendidikan Olahraga, 9(2), 118–126.
Santoso, I., & Madiistriyatno, H. (2021). Metodologi penelitian kuantitatif. Indigo Media.
Sari, I. P. (2025). Model latihan kekuatan berbasis karakteristik pertandingan pencak silat. Jurnal Olahraga Prestasi, 11(1), 1–10.
Sihotang, D. P., & Novita. (2021). Pengaruh latihan circuit training untuk meningkatkan kesegaran jasmani atlet pencak silat usia dini (9–12 tahun) di Perguruan Tapak Suci Gelanggang SD Muhammadiyah 18 Medan. Journal Physical Health Recreation, 2(1), 34–44.
Sinurat, R. (2020). Pengaruh latihan statis dan dinamis terhadap kekuatan otot tungkai atlet pencak silat. Journal Sport Science, 8(2), 67–74.
Subekti, N. (2023). Intervensi latihan high intensity interval training terhadap strength endurance olahraga pencak silat (ekstremitas bawah). Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Tabata, I. (2019). Tabata training: One of the most energetically effective high-intensity intermittent training methods. Journal of Physiological Sciences, 69(4), 559–572. https://doi.org/10.1007/s12576-019-00676-7.
Wicaksono, A. (2022). Metodologi penelitian pendidikan (Pengantar ringkas). Garudhawaca.
Yasin, M., Garancang, S., & Hamzah, A. A. (2024). Metode dan instrumen pengumpulan data (Kualitatif dan kuantitatif). Journal of International Multidisciplinary Research, 2(3), 161–173.
Yusup, F. (2018). Uji validitas dan reliabilitas instrumen penelitian kuantitatif. Jurnal Tarbiyah: Jurnal Ilmiah Kependidikan, 7(1), 17–23.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Endah Lestari, Kusmiyati

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish in this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC BY-SA 4.0) License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work’s authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).






